Showing posts with label Motivasi Hidup. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Hidup. Show all posts

Monday, September 29, 2014

Kata Mutiara Inggris Inspiratif (Cara Menuju Sukses)

Kata Mutiara Inggris Inspiratif (Cara Menuju Sukses)
Kata Bijak Inggris. terkadang kita banyak sekali menemukan kata bijak dalam bentuk bahasa inggris. Itu karena banyaknya orang dari luar negeri yang berusaha memotivasi orang lain dengan kata bijaknya. Mereka berharap dengan kata bijak inggris ini orang akan lebih termotivasi untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih positif dan tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi rintangan atau kegagalan.

Read more

What I Believe About Success (By John C. Maxwell)

What I Believe About Success

What I Believe About Success (By John C. Maxwell)


When will you be successful? If you’re like most people, what comes to mind is someday—somewhere off in the future, when you’ll suddenly wake up and think, “I made it! I’m a success!” That’s how most unsuccessful people see success: as something to strive for and hope to reach “someday.”

Each of us has a picture in mind of what we want our career to look like, our family to look like, and yes, from an early age we often conjure up images of the houses, cars, and things we would like to obtain. In many persons’ minds, success is something way off in the distance that they will run themselves ragged to get to – if they ever get to it at all.

At one time, I viewed success as a place where I would arrive. I defined it as the progressive realization of a predetermined, worthwhile goal. But over time, I realized that the definition falls short of the mark. It leads to “destination disease” – the belief that if we just arrive somewhere (e.g. attain a position, accomplish a goal, have a relationship with the right person), we will be successful.

But many years ago, I came to a different conclusion about success. All the traditional definitions either made success a destination to reach, or required some magic formula to obtain. I began to see success as a journey, an ongoing process of growth. And after over nearly fifty years of knowing successful people and studying the subject, this is the definition of success that I now embrace :

Success is…
Knowing your purpose in life,
Growing to reach your maximum potential, and
Sowing seeds that benefit others.

You can see by this definition why success is a journey rather than a destination. No matter how long you live or what you decide to do in life, you will never exhaust your capacity to grow toward your potential, nor will you run out of opportunities to help others. When you see success as a journey, then you never have the problem of trying to “arrive” at an elusive final destination. And you’ll never find yourself in a position where you’ve accomplished some final goal - only to discover that you’re still unfulfilled and searching for something else to do.


Another benefit of focusing on the journey of success instead of on arriving at a destination or achieving a goal is that you have the potential to become a success today. The very moment that you make the shift to finding your purpose, growing to your potential, and helping others, successful is something you are right now, not something you vaguely hope one day to be.


Let’s talk more about how to pursue each of the three aspects noted above.

Knowing Your Purpose

I believe that God created every person for a purpose. As psychologist Viktor Frankl said, “Everyone has his own specific vocation or mission in life. Everyone must carry out a concrete assignment that demands fulfillment. Therein he cannot be replaced, nor can his life be repeated. Thus everyone’s task is as unique as his specific opportunity to implement it.” Each of us has a purpose for which we were created. Our responsibility - and our greatest joy - is to identify it.

Finding our purpose requires us to seek to discover two things: our passion, and our giftedness. What is the deep desire set in your heart, the thing that sets your soul on fire? What makes you cry? What do you get most excited about? And what are you good at? No one else in the world has exactly the same gifts, talents, background, or future that you do.

Think about the unique mix of abilities you have, the resources available to you, your own personal history, and the opportunities around you. If you objectively identify these factors and discover the desire of your heart, you will have done a lot toward discovering your purpose in life.

Growing to Your Potential

Novelist H.G. Wells said that wealth, notoriety, place, and power are no measures of success whatsoever. The only true measure of success is the ratio between what we might have been and what we have become. In other words, success comes as the result of growing to our potential. It’s been said that our potential is God’s gift to us, and what we do with it is our gift to him.

We have nearly limitless potential, yet few ever try to reach it. Why? The answer lies in this: We can do anything, but we can’t do everything. Many people let everyone around them decide what their agenda is in life. As a result, they never really dedicate themselves to their purpose in life. They become a jack of all trades, master of none--rather than a jack of few trades, focused on one.

Reaching your potential requires focus. That’s why it’s so important for you to discover your purpose. Commitment to continual improvement is also key. Each day you can become a little bit better than you were yesterday.

Forget the past and focus on the future. That’s where your potential lies, ahead of you - no matter whether you’re eight, eighteen, forty-eight, or eighty. You still have room to improve yourself. You can become better tomorrow than you are today. As the Spanish proverb says, “He who does not look ahead remains behind.”

Sowing Seeds That Benefit Others

When you know your purpose in life and are growing to reach your maximum potential, you’re well on your way to being a success. But there’s one more important part to the success journey: helping others. Without that aspect, the journey can be a lonely and shallow experience.

Helping others is something you can do right here, right now, whether it’s spending more time with your family, developing an employee who shows potential, helping people in the community, or simply putting your own desires on hold for the sake of your team at work. The key is to link your purpose with your desire to help others.

Entertainer Danny Thomas said, “All of us are born for a reason, but all of us don’t discover why. Success in life has nothing to do with what you gain in life or accomplish for yourself. It’s what you do for others.”

The success journey will not look the same for everyone, because the picture of success is different for every person. What doesn’t change are the principles used to take the journey. They can be applied at home, in school, at the office, on the ball field, and in church. It doesn’t matter where you are now. You can learn and apply these ideas. You can be successful today.

Read more

Wednesday, September 17, 2014

Air Mata Mutiara (Sebuah Pesan Moral)

Air Mata Mutiara (Sebuah Pesan Moral)

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."

Si ibu terdiam sejenak, "Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukannya kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Pesan moral :
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : yaitu menjadi “kerang biasa” yang disantap orang atau menjadi “kerang yang menghasilkan mutiara”. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka. Karena orang-orang di sekitar kita. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu... "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara yang berharga."......Read More


Sumber : Nomor 1

Semoga Bermanfa'at
Jazakallah

Read more

Tuesday, September 16, 2014

Yang Terbaik Yang Akan Datang

Yang Terbaik Yang Akan DatangApakabar sahabat-sahabatku. Allah selalu memberikan yang terbaik kepada kita semua, terbaik dari apa yang kita butuhkan, bukan yang kita mau, karena Allah selalu tau apa-apa yang akan kita butuhkan nanti, esok, lusa, minggu depan dan selamanya. Terkadang jalan yang kita lalui yang kita tidak bisa memahaminya. 

Kita selalu saja mengeluh dan berfikir bahwa Allah tidak adil kepada kita karena ujian-ujiannya selama ini, kita selalu menghujat Allah dengan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan atau di utarakan melalui hati, fikiran, ucapan-ucapan dan tindakan kita. 

Bersyukur, ya...dengan ini kita akan merasakan begitu indah dan nikmatnya hidup ini, Bersyukur karena Allah masih memberikan nikmat hidup kepada kita, lantaran ini kita masih bisa memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah untuk bekal kita kelak menghadap-Nya. bersyukur atas banyak nikmat yang ia berikan setiap saat kepada kita, atas nikmat sehat, pekerjaan, makanan, kemewahan, jabatan, anak, istri, pakaian, mobil mewah, motor dan kendaraan serta masih banyak nikmat lain, yang tanpa pernah kita sadari kita lalai untuk mensyukurinya. 

Kenapa kita harus menyalahkan Allah? Apakah hal ini pantas? Ia berhak atas segala sesuatu yang ada didunia ini, kita semua milik-Nya, kita adalah hamba-hamba-Nya, kita hidup atas kehendak-Nya, bukan atas kehendak kita, kita semua hidup diatur oleh-Nya, bukan kita yang mengaturnya. Segala sesuatu yanga da didunia ini tidaklah kekal dan semua adalah titipan dan akan kembali kepada Allah, pantaskah kita mengeluh dan menyalahkan-Nya ketika sesuatu yang dititipkan atau diberikan kepada kita di ambil oleh-Nya?  Kita ini hanya sibuk memikirkan hawa nafsu kita, sehingga ketika sesuatu yang hilang dari kita, kita menyalahkan Allah. 

Berikut ini ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang mempunya dua anak kecil, sedangkan suaminya kena PHK. Hampir saja ia putus asa, Tapi kemudian ia berdoa untuk mendapatkan yang terbaik untuk suami dan keluarganya. semoga kisah ini memberikan kita pelajaran yang baik untuk kita semua. 


Kisah Seorang Wanita Yang Suaminya Pengangguran.
Wanita tersebut bernama Yane.

Dua tahun lalu, suami Yane, adalah Beni kehilangan pekerjaannya karena kena PHK. Hal ini menyebabkan rasa bagi yane dan suaminya karena pekerjaannya tersebut sangat menjanjikan. Selama 6 tahun, Beni sangat menikmati pekerjaannya di sebuah perusahaan distribusi multinasional untuk produk perawatan kulit. Namun karena perubahan struktur organisasi yang terjadi dalam perusahaan tersebut (yang sering terjadi di banyak perusahaan belakangan ini), ia di-PHK.

Yane memutuskan untuk bercerita tentang hal ini kepada kedua anaknya yang masih kecil walaupun itu sangat menyedihkan, kedua anaknya tersebut adalah Gabriel (6 tahun) dan Marga (4 tahun). Ia bercerita dengan sangat pelan-pelan kepada kedua anaknya tersebut. "Anak-anak, kita harus menjaga baik barang-barang kita…dan kita juga tidak boleh boros…karena ayah sekarang tidak punya pekerjaan lagi."

Gabriel kecil berkata, "Maksud ibu, ayah dipecat?" Yane terkejut mendengar kata-kata yang kasar tersebut. "Di mana kamu belajar tentang kata itu?!" Puteranya menjawab tanpa berbelit-belit, "Dari Peter Parker – Spiderman."

Tapi ya, PHK hanya merupakan kata yang lebih baik dari "Keluar, kami tidak lagi membutuhkanmu di sini." Kehilangan pekerjaan adalah selalu menyakitkan, sekalipun jika dibarengi dengan "pesangon". Di satu sisi Yane bersyukur atas "rejeki nomplok" itu, tapi di sisi lain Yane kuatir, sambil berfikir berapa lama keluarga mereka akan hidup dengan bergantung pada pesangon yang diberikan perusahaan suaminya itu.

Beberapa bulan pertama semua berjalan dengan baik. Beni suami yane mencoba mencari pekerjaan dan menerima panggilan dua panggilan interview rata-rata setiap minggu. Namun beberapa bulan menjadi setahun – dan terus berlanjut, panggilan interview semakin sedikit dan jarang.

Selama hampir dua tahun suaminya menganggur, Yane melalui kegelisahannya sendiri. Sebagai seorang ibu dari dua anak usia sekolah, ia melihat tabungan mereka yang semakin menipis. (Sebagai ukuran, ia pindah dari pekerjaan yang sudah ditekuninya selama 8 tahun, ke pekerjaan yang lebih tinggi bayarannya.)

Tapi di samping dana yang semakin berkurang, ia juga kuatir akan harga diri Beni. Bukan karena Beni tidak mencoba, namun kelihatannya memang tidak banyak kesempatan kerja bagi pria berumur dengan latar belakang dan pengalaman seperti yang dimiliki Beni. Sebenarnya ada dua pekerjaan yang ia terima, tapi keduanya hanya bertahan sebentar. Sebut saja sebuah konflik kepribadian atau ketidak-cocokan, tapi Beni tidak dapat melihat dirinya bekerja lama di sana. Dengan marah, Beni akan keluar lagi.

Dan pernikahan mereka pun mengalami kesulitan, karena sekarang Yanelah yang memberi penghasilan bagi keluarga. "Akankah ego suami saya bertahan selama ini?" ia terus dan terus bertanya pada dirinya sendiri. Semakin waktu berlalu, ia semakin dan semakin kuatir akan Beni.

Yane mulai bertanya pada Tuhan, "Tuhan, saya tidak mengerti apa lagi yang Engkau sedang ajarkan pada kami! Bagaimana lagi kami harus berdoa? Apa lagi yang harus kami doakan?"

Itulah saat ketika Yane menyadari bahwa doa mereka harus lebih spesifik.

Maka ia mengumpulkan kedua anaknya dan berkata, "Mari berdoa bagi ayah, agar ia dapat menemukan suatu pekerjaan yang baik dengan seorang atasan yang baik – seseorang yang seperti atasannya di perusahaan yang dulu."

Suatu hari, sekitar setahun lalu dari hari ini, Yane pulang dari kerja dan melihat kedua anak dan suaminya sedang berdempetan sambil membungkuk. "Ada apa ini?" tanyanya.

Ia mendengar anak-anaknya berbisik dengan gembiranya, "Tunjukkan pada ibu sekarang!"

Beni menyodorkan sebuah amplop coklat padanya. Yane pikir itu adalah sesuatu dari sekolah anak-anak.

Tapi ternyata bukan. Dengan perlahan ia menarik keluar secarik kertas dari amplop itu, ia membaca nama perusahaan, kemudian jabatan suaminya dan gajinya. Sampai di sini, ia mengangguk puas.

Namun ketika ia sampai ke bagian bawah kertas tersebut, ia kaget setengah mati. Karena ada sebuah tanda tangan. Tanda tangan milik atasan favorit Beni!

Diiringi tatapan heran anak-anaknya, Yane mulai menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Ia sangat sulit untuk mempercayai hal ini!

Seperti seorang anak, ia melompat-lompat karena bahagia, dan begitu juga kedua anaknya pun ikut bahagia dan tertawa serta mengikuti ibunya melompat-lompat.

Kemudian Gabriel bertanya pada ibunya, "Ibu, mengapa engkau menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan?"

Yane kemudian menjelaskan kepadanya, "Ibu menangis karena ibu begitu bahagia nak. Ingatkah bagaimana kamu berdoa agar ayah mendapat pekerjaan dan atasan yang baik? Lihatlah nama ini," ia menunjuk kertas yang masih ia pegang. "Kita hanya meminta seorang atasan yang seperti atasan ayah yang dulu. Tapi, Tuhan memberi ayah seorang atasan yang persis sama! Ia menjawab doa-doa kita!"

Saat itulah Gabriel mulai menangis.
"Mengapa kamu menangis?" tanya Yane.


"Karena aku juga sangat bahagia," kata anak kecil itu, kemudian seluruh keluarga saling berpelukan……Read More  


Sumber : Nomor 1.com

Semoga bermanfa'at
Jazakallah

Read more

Friday, September 12, 2014

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas ....(Mario Teguh)

Kita ini manusia yang begitu lemah, lemah dalam berfikir, lemah dalam berbuat, terkadang kita merasa terpuruk ketika mengalami goncangan dari berbagai masalah-masalah yang kita alami. Kita butuh nasehat dan motivasi untuk membangkitkan gairah dan semangat kita yang hilang oleh masalah-masalah kita tersebut. Kita butuh seseorang untuk membantu kita menghadapi masalah-masalah kita, kita butuh Allah. 

Ada banyak motivasi-motivasi yang ditulis diberbagai blogg asal kita mau mencarinya, nasehat dan motivasi tersebut sangat bermanfaat untuk kita, membantu membangkitkan daya fikir kita, semangat kita yang ketika itu sedang lemah. 

Berikut ini ada kata-kata mutiara atau motivasi untuk kita yang Bapak Mario Teguh, semoga nasehat ini dapat membantu kita meningkatkan semangat kita dalam meraih cita-cita kita dan tujuan kita. 

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas ....(Mario Teguh)

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas ....



Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.
Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.
Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan​ bepergian.
Setelah bepergian merindukan​ rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya kebebasan waktu.
Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing.
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan​.

Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik.

Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh.​.
Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.
Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
‘Semoga kita menjadi pribadi yang yang senantiasa bersyukur dengan berkah yang sudah kita miliki’
‘Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil’
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran negatif.
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua.
Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas....



Jangan berbangga jadi orang kaya, jangan pula bersedih jadi orang miskin ... apa yang kita punya hanyalah titipan, lebih baik bersyukur dengan apa yang ada, maka hidup ini akan terasa bermakna ...



Jazakallah.....Semoga Bermanfa'at
Sumber : Mario Teguh
Read more

Thursday, September 11, 2014

Jangan Mengubur Harapan (Kata Mutiara) - Mario Teguh

Assalamu'alaikumWr. Wb.

Apa Kabar para sahabat?
Semoga kita semua senantiasa diberi limpahan Rachmat dan Kasih Sayang Allah.

Kita semua tentu punya harapan dan keinginan serta cita-cita yang tinggi untuk hidup kita, karena dengan hal itulah bisa bersemangat dalam melakukan pekerjaan, belajar dan hal-hal yang lain agar kita bisa mencapainya. Berikut ini ada sebuah tulisan (Artikel) nasehat yang ditulis oleh Bapak Mario teguh tentang sebuah harapan. Semoga nasehat ini bisa bermanfaat untuk kita semua...

Jangan Mengubur Harapan (Kata Mutiara) - Mario Teguh

" Jangan Mengubur Harapan "


Sering kita ucapkan atau setidaknya kita sering mendengar suatu ungkapan. Ungkapan tersebut berbunyi “Ah, uang dari mana untuk membelinya?” Perkataan ini keluar saat orang tersebut merasa tidak punya uang untuk membeli kebutuhannya. Ada juga yang mengatakan, “Bukannya tidak mau mengkuliahkan anak, tetapi uang dari mana?” Dan berbagai uangkapan senada lainnya. Apakah ini menjadi masalah?


Tentu saja. Ada beberapa implikasi dari ungkapan ini yang sebenarnya tidak baik untuk keberhasilan kita. Jika terus saja kita mengucapkan kalimat seperti ini, bisa jadi akan menghambat keberhasilan kita dalam hidup.


Pertama, kita mendahului ketentuan Allah. Kata siapa kita tidak akan punya uang terus? Boleh saja kita tidak memiliki uang saat ini, tetapi bukan berarti tidak akan punya uang selamanya. Bisa saja besok atau lusa kita akan mendapatkan uang. Bisa saja Allah sudah merencanakan rezeki buat kita, kita tidak pernah tahu.



Kedua, jika dilihat dari segi Hukum Daya Tarik, kalimat tersebut tidak mencerminkan proses penerimaan. Bagaimana Anda bisa menarik apa yang Anda inginkan jika Anda tidak dalam kondisi menerima?


Ketiga, melemahkan motivasi. Jika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak akan mendapatkannya maka kita akan kehilangan motivasi untuk mendapatkan keinginan kita. Meskipun, Anda boleh berkata bahwa itu hanya basa basi, tetapi pikiran bawah sadar kita tidak mengetahui apakah itu basa basi atau serius.


Ungapan tersebut sama dengan kita mengubur harapan kita sendiri. Meski hanya sebagian harapan kita yang terkubur, tetap saja memberikan kontribusi dalam mengurangi motivasi diri kita.


Mulai sekarang, marilah kita lebih memperhatikan apa yang kita katakan. Ucapan, perkataan, perbincangan, dan pikiran kita mempengaruhi keberhasilan kita. Sadar atau tidak sadar, tetapi hal ini terjadi. Alangkah baiknya jika kita ganti dengan kata-kata yang lebih positif.


Seperti apa kata-kata yang baik atau mengandung makna positif tersebut, beliau (Mario Teguh) menjelaskan contohnya “Insya Allah, kita akan mendapatkannya, Insya Allah, kita bisa membelinya.” dan berbagai kalimat positif lainnya yang tentunya dapat memberikan harapan positif kepada kita...




Sumber : Mario Teguh

Semoga Bermanfa'at
Jazakallah....
Read more

Wednesday, September 3, 2014

Masalah Adalah Tantangan

Kali ini admin ingin share beberapa kata mutiara dari Pak Mario Teguh Sang Motivator Hebat. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...



Kita semua tentunya punya masalah, beban hidup, karena memang kita harus melaluinya, resiko seberat apapun nanti, tetap kita harus melaluinya. Terkadang kita semua merasa beban hidup ini terasa amat berat, seakan tiada ruang dan waktu lagi untuk kita melewati beban tersebut, Sobat sekalian....percayalah, dan tetap tersenyumlah, bahwa kita punya Allah, yakinkan dalah hati, fikiran, jiwa, bahwa Allah tak akan memberikan kita cobaan, masalah dalam hidup yang melebihi serta melampaui batas dari kemampuan kita semua. Artinya....Allah memberikan kita ujian, cobaan, serta masalah yang kita alami sekarang karena Allah lebih tahu, bahwa kita mampu untuk menjalaninya. Jangan berputus asa, karena Allah tidak menyukai hamba-hambanya yang mudah berputus asa, karena orang yang berputus asa menandakan bahwa ia tidak beriman kepada Allah, Sooo....jika kita beragama islam dan menyatakan bahwa kita beriman kepada Allah, kita harus yakin dan jangan pernah berputus asa sedikitpun. 

Perbanyaklah mendekatkan diri kepada Allah, curhat sama Allah, tidak usah sungkan, tidak usah malu lantaran kita banyak dosa, jangan pernah ragu, karena Allah lebih siap dari waktu ke waktu untuk membantu kita, mendengarkan curhat kita, Mintalah kepada Allah, Karena Allah adalah sebaik-baiknya tempat untuk dimintai pertolongan. 

Jangan mengeluh ya sobat, karena ketika kita mengeluh maka beban dan masalah yang kita alami akan terasa semakin berat, tapi ketika kita yakin dan semakin yakin makan masalah seberat apapun, cobaan seberat apapun, akan terasa lebih ringan, karena kita punya Allah, 

Dan jangan lupa untuk selalu muhasabah (introspeksi diri) mungkin cobaan yang kita jalani, masalah yang sedang menghimpit kita sekarang ini, adalah buah buruk dari dosa, amal kita yang tidak baik selama ini, jangan selalu menyalahkan Allah kenapa memberikan cobaan ini kepada kita, coba ulang kembali ingatan-ingatan kita, apa saja yang telah kita lakukan selama ini. Sudah baik dan benarkah amal kita, apa kita melanggar larangan Allah...

Jazakallah.....

" Masalah Adalah Tantangan " (Mario Teguh)

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya. Bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses.

Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi.

Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.

Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak akan menjadi seseorang yang sejati....


Hidup tak akan pernah lepas dari masalah, untuk itu jangan hindari masalah tapi selesaikan dan pecahkan masalah ...


Salam Super Untuk Kita Semua
Semoga bermanfa'at






Read more

Tuesday, September 2, 2014

Kisah Menepati Janji

Kali ini admin ingin share cerita-cerita inspiratif dari Pak Mario Teguh Sang Motivator Hebat Dari Indonesia. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...


Seekor induk rusa ketika kedua anaknya sudah mulai belajar berjalan, pada pagi buta ketika kedua anaknya masih tidur, induk rusa keluar pergi mencari makanan, dia bermaksud setelah pulang dari mencari makanan akan mengajar anak-anaknya mencari makan serta menjaga diri menghindari dari bahaya.

Setelah mendapat makanan rumput hijau yang segar, saat perjalanan pulang dia terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh pemburu. Induk rusa itu sambil menangis memikirkan kedua anaknya.

Pemburu akhirnya tiba, induk rusa berlutut memohon kepada pemburu membiarkannya pulang ke rumah memberi makan serta mengajari anaknya mencari makan, dia berjanji keesokkan harinya akan kembali  ke sini menyerahkan diri.

Pemburu melihat rusa ini dapat berbicara, didalam hatinya sangat terkejut dan gembira, dia  memutuskan akan mempersembahkan rusa ajaib ini kepada  raja, supaya dia menjadi terkenal dan mendapat hadiah dari raja. Tetapi setelah berpikir sejenak, dia berubah pikiran, melepaskan induk rusa pulang.
Induk rusa bergegas berlari pulang, suasana hatinya sangat sedih memikirkan kedua anaknya, setelah sampai dirumah dia berkata kepada kedua anaknya, “Anak ku, mama akan menceritakan sebuah kebenaran dan ketidakkekalan di dunia ini kepada kalian, jika kalian sudah memahami kebenaran ini, maka kelak jika kalian menghadapi masalah apa pun.”
“Kalian nantinya tidak akan terlalu sedih lagi. Kalian harus ingat hidup ini sangat singkat,  segalanya akan berubah tidak pernah abadi, nilai dari keluarga, kasih sayang semuanya tidak abadi….,” ujar induk rusa itu.

Anak-anaknya sambil menangis bertanya, “Lalu kenapa mama masih harus menepati janji kepada orang jahat tersebut?.” Induk rusa berkata, “Tanpa Iman, dunia akan hancur, tidak ada kejujuran dunia akan runtuh, demi kelangsungan dan harapan dunia, saya rela berkorban, daripada menipu orang lain. Mama rela mati demi integritas, dari pada menipu untuk hidup.”

Setelah selesai berkata sambil menahan tangisannya induk rusa berlari keluar, anak-anak rusa mengejar dengan sekuat tenaga. Pemburu melihat induk rusa memenuhi janjinya datang kembali, menjadi sangat terharu dengan tangan merangkap di depan dada dan berlutut dia berkata kepada induk rusa, “Engkau bukan seekor rusa biasa, engkau pasti jelmaan dari Budha.”

“Welas asihmu membuat orang sangat terharu, kejujuran dan imanmu membuat saya sangat malu. Silahkan engkau kembali, saya tidak akan menyakiti Anda lagi, bahkan mulai saat ini saya tidak akan menyakiti seekor binatang pun,” kata si pemburu itu....

Semoga bermanfa'at
Jazakallah....
Read more

Thursday, August 21, 2014

Iman Dan Ujian

Ya Allah, tetapkanlah iman kami dan kuatkanlah iman kami. jadikan ujian dan musibah kami sebagai nikmat kepada kami agar iman dan islam kami semakin bertambah kepadamu, jadikan sabar sebagai pakaian kami, dan ikhlas sebagai senjata kami.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya) :
 “Alif lam mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, ‘Kami beriman’ lantas mereka pun tidak diuji?” (QS. al-Ankabut: 1-2).

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya) :
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga begitu saja sementara Allah belum mengetahui -menunjukkan- siapakah orang-orang yang bersungguh-sungguh di antara kalian, dan juga siapakah orang-orang yang bersabar.” (QS. Ali Imran: 142)

Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat dalam surat Ali Imran di atas, 

“Janganlah kalian mengira dan jangan pernah terbetik dalam benak kalian bahwa kalian akan masuk surga begitu saja tanpa menghadapi kesulitan dan menanggung berbagai hal yang tidak menyenangkan tatkala menapaki jalan Allah dan berjalan mencari keridhaan-Nya. Sesungguhnya surga itu adalah cita-cita tertinggi dan tujuan paling agung yang membuat orang-orang saling berlomba dalam kebaikan. Semakin besar cita-cita maka semakin besar pula sarana untuk meraihnya begitu pula upaya yang mengantarkan ke sana. Tidak mungkin sampai pada kenyamanan kecuali dengan meninggalkan sikap santai-santai. Tidak akan digapai kenikmatan yang hakiki/surga, kecuali dengan meninggalkan (tidak memuja) kenikmatan yang semu/dunia. Hanya saja perkara-perkara yang tidak menyenangkan di dunia yang dialami seorang hamba di jalan Allah, tatkala nafsunya telah dia latih dan gembleng untuk menghadapinya serta dia sangat memahami akibat baik yang akan diperoleh sesudahnya, maka niscaya itu semua akan berubah menjadi karunia yang menggembirakan bagi orang-orang yang memiliki bashirah, mereka tidak peduli dengan itu semua. Itulah keutamaan dari Allah yang diberikan-Nya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.” 
(Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 150)

Sementara itu, kesabaran menerima cobaan dan kesungguhan dalam menjalani ketaatan hanya akan lahir dari keyakinan yang kokoh terhunjam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), 

“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah, barangsiapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya.” 
(QS. at-Taghabun: 11). 

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, 

“Dia adalah seorang hamba yang tertimpa musibah lalu dia mengetahui/meyakini bahwasanya musibah itu datang dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha dan pasrah.” 
(HR. Said bin Manshur, lihat al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 208).

Tatkala seorang hamba mampu menyempurnakan keyakinan di dalam jiwanya maka niscaya musibah yang menimpa akan berubah menjadi nikmat, dan cobaan yang dialami akan berubah menjadi anugerah (lihat al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 208).

Ibnul Qayyim rahimahullah menukil penjelasan para ulama bahwa ciri orang yang telah memiliki keyakinan yang kokoh terhunjam itu adalah ; 

1 Dia senantiasa menengok/ingat kepada Allah pada setiap kejadian yang dialaminya,
2 Dia selalu kembali kepada-Nya pada setiap urusan, 
3 Dia senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya dalam setiap keadaan, dan 
4 Dia senantiasa mengharapkan wajah-Nya dalam setiap gerakan maupun diam 

(lihat al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 208).

Itu artinya apabila seorang hamba ingin keluar dari ketidaksadaran ini, hendaknya dia betul-betul memahami kedua buah ilmu tersebut.

Pertama,  ilmu tentang hakekat dirinya beserta segala kekurangan, kelemahan dan keterbatasannya.
Kedua, ilmu tentang hak dan keagungan Rabbnya beserta kesempurnaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. 

Kedua ilmu itulah yang akan mengokohkan akar keyakinan di dalam hatinya dan menegakkan pohon kesabaran di dalam hidupnya



Read more

Saturday, August 16, 2014

Panjang Tangan ( Gemar Sedekah )


Dalam suatu riwayat Aisyah pernah berkisah, bahwa suatu waktu setelah kematian Nabi SAW, para istrinya berkumpul pada suatu rumah salah satu diantaranya. Lalu mereka mengukur tangan-tangan mereka di tembok untuk mencari tangan mana yang terpanjang. Aktivitas ini sering dilakukan mereka, sampai meninggalnya Zainab binti Jahsy.

Apa sebab hal ini dilakukan oleh para istri Nabi SAW? Ternyata, suatu waktu Rasulullah SAW pernah bersabda seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim : 

"Bahwa yang paling cepat menyusul diriku dari kalian (istri-istriku) adalah yang paling panjang tangannya."

Yang paling cepat menyusul Rasulullah SAW adalah Zainab binti Jahsy. Sementara Zainab memiliki tangan yang pendek dan bukan yang terpanjang bila dibandingkan dengan istri Nabi SAW lainnya.

Mengapa Zainab? Menurut Aisyah dinukil dari hadits yang sama, karena Zainab bekerja dengan tangannya sendiri dan selalu bersedekah. Bahkan pada suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dalam al-Ausath disebutkan bahwa Zainab radhiallahu 'anha merajut pakaian kemudian memberikannya kepada pasukan Nabi SAW. Para pasukan Nabi SAW menjahit serta memanfaatkannya pada saat peperangan.

Akhirnya para istri Nabi SAW pun mengetahui maksud Nabi SAW mengenai apa yang disebutnya dengan "panjang tangan" yakni suka bersedekah. Dan Zainab-lah yang dimaksud dalam hadits tersebut.

Wallahu'alam.

Oleh Diyah Kusumawardhani,
dimuat dalam Majalah Sabili edisi 23 tahun XVIII Agustus 2011
dan dimuat oleh www.kisahinspirasi.com  




Read more

Jangan Pernah Berhenti Berdo'a

Sebuah Kisah Nyata

"Jangan Berhenti Berdo’a"


Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata : Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? 
Pegawai menjawab : Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.

Terdengar suara seorang wanita tua : Silahkan masuk, siapa ya?
Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata : "Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda."

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata : Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.

Berkata ibu itu : Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.
Dr. Ishan : Apa itu do'anya?
Ibu itu berkata : Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkanny, katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak : Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.

Kesimpulan :

Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.

Semoga bermanfa'at.

Mau baca kisah-ksiah yang lain, kunjungi Kisah Kisah Inspirasi


Read more