Showing posts with label Wacana Islami. Show all posts
Showing posts with label Wacana Islami. Show all posts

Friday, September 19, 2014

Keutamaan Hari Jum'at Bagi Kaum Muslim

Keutamaan Hari Jum'at Bagi Kaum Muslim

Apakabar sahabat-sahabatku, sudah shalat jum'at kah??? Tidak terasa hari ini sudah hari jum’at ya….semoga hari ini menjadi hari kebahagian kita semua, karena banyak sekali keutamaan di hari jum’at ini. Tentunya para sahabat sudah tau dong tentang keutamaan tentang hari jum’at. Kalau sahabat-sahabat masih ada yang belum  tau tentang keutamaan hari jumat, berikut ini saya akan berbagi tentang hadits-hadits nabi dan keutamaan-keutamaan hari jum’at yang saya punya, semoga bisa menjadikan kita lebih semangat lagi dalam berbuat kebaikan yang tentunya dihari jum'at yang penuh berkah ini :

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“ Diantara hari kalian yang paling utama adalah hari jum’at. Di hari jum’at Adam AS diciptakan, di hari jum’at dia meninggal, di hari jum’at terompet sangka kala di tiup dan di hari jum’at semua makhluk pingsan. Kalian perbanyak shalawat kepadaku, karena bacaan shalawat kalian itu sampai kepadaku. Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah dan bumi memakan jasad para Nabi”
(HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

Nabi Muhammad SAW bersabda :
Dari Aus bin Aus RA, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :
“ Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub di hari jum’at, kemudian bersegera (pergi) dan berjalan kaki dan tidak menaiki kendaraan, lalu duduk mendekati imam, lalu mendengarkan khotbah dan tidak melakukan tindakan maupun perkataan yang sia-sia, maka ia mendapatkan untuk setiap langkahnya amalan setahun pahala puasa beserta shalatnya ” (HR Ahmad)

Di dalam hadits Muslim disebutkan, bahwa dari Abu Hurairah dan Hudzaifah Radhiallahu ‘Anhum, mereka berkata :

“Allah telah merahasiakan hari Jum’at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari sabtu, orang-orang Nashrani hari ahad, kemudian Allah mendatangkan umat Islam, maka Dia menunjukkan kita hari Jum’at ini, kemudian Allah menjadikan urutannya menjadi jum’at, sabtu, ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain.” (HR. Muslim)

Di dalam hadits lain, Rasulullah Saw. Bersabda :

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا

“Hari terbaik bagi matahari untuk terbit adalah hari Jum’at, pada hari Jumat Adam diciptakan, dan pada hari Jumat pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jumat Adam dikeluarkan dari surga.” (HR. Muslim)

Hubungannya dengan berwudhu di hari Jumat dalam hadits Muslim dijelaskan.

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Barangsiapa yang berwudhu lantas dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia mendatangi shalat jum’at, kemudian dia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari jumat depannya, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang memegang-megang batu kerikil (maksudnya membersihkan debu sekalipun), maka dia telah berbuat lahan (kesia-siaan = waktu tidak dipergunakan mendengarkan khutbah).” (HR. Muslim)
 
Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat 5 waktu, antara shalat jumat satu ke shalat jumat berikutnya, dan antara puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya merupakan pelebur untuk dosa di antara keduanya (waktu-waktu tersebut), apabila dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Dari sekian banyak keutamaan hari Jumat, Allah menjadikan pada hari Jum’at sebagai hari istimewa apabila bertepatan dengan hari raya umat muslim. Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad bersabda :

“Sesungguhnya hari ini (Jum’at) merupakan hari raya, Allah menjadikannya (pada hari Jum’at) istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi.” (Ibnu Majah)

Keutamaan hari jum’at lainnya  adalah setiap hamba akan dikabulkan do’a mereka. Apabila seorang hamba meminta kepada Allah (berdoa dan memohon) maka Allah akan mengabulkan permohonannya. Seperti yang pernah dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda :

“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat 1 (satu) waktu dimana setiap seorang muslim akan mendapatkannya dan dia tengah berdiri mengerjakan shalat, kemudian dia meminta kepada Allah suatu kebaikan maka Allah akan memberikannya (mengabulkan), dan dia (Nabi Muhammad) berisyarat dengan tangannya bahwa saat tersebut (hari Jumat) sangat sedikit.”
(HR. Muslim dan Bukhari)

Keutamaan lain tentan hari Jumat adalah hari Jumat merupakan hari dihapuskannya dosa-dosa. Sesuai dengan hadits, dari Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda :

“Shalat 5 waktu, dari Jum’at ke Jum’at yang lainnya dan dari Ramadhan ke Ramadhan yang lain merupakan penghapus dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi” (HR Muslim)

Hari Jumat merupakan hari yang besar atau agung dimana Allah mengistimewakan umat Islam dalam mengisi hari Jumat. Pada hari Jumat manusia pertama yakni Nabi Adam diciptakan, pada hari Jum’at Nabi Adam dimasukkan ke dalam surga, serta hari Jumat Nabi Adam dikeluarkan dari Surga dan pada hari Jumat kiamat akan terjadi.

Hari Jumat juga sebagai hari raya umat Islam (hari raya setiap 1 pekan), dalam hari itu kaum muslim melaksanakan shalat berjamaah atau Jumatan. Di penghujung waktu (waktu ashar) merupakan waktu mustajabah untuk berdoa kepada Allah dan Allah akan mengabulkan setiap do’a orang yang memohon kepada Allah SWT di akhir pergantian waktu tersebut, yaitu antara shalat ashar dan maghrib.

 ***********************
Jadi Keutamaan Hari Jum’at :

1. Hari paling utama di dunia
2. Hari bagi kaum muslimin
3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari
4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a
5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya

Amalan-Amalan yang baik yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at

1. Memperbanyak shalawat
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata,

“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.”
 (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)

2. Membaca surat Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

3. Memperbanyak do’a (HR Abu Daud)
4. Shalat jum’at (wajib bagi laki-laki),  Amalan-amalan shalat jum’at : 
  • Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
  • Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
  • Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
  • Memakai pakaian yang terbaik.
  • Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.


Bagaimana sahabat? Alangkah bahagianya kita, karena kita masih diberi nikmat Allah untuk menikmati hari jum’at ini. Hari yang paling mulia diantara 7 hari yang lainnya. Tentu sahabat-sahabat (yang laki-laki) tak melupakan sholat jum’at kan, alangkah ruginya kalau sampai kita meninggalkan shalat jum’at. Karena kita sudah membaca hadits-hadits diatas dan keutamaan-keutamaan lainnya. 


Semoga bermanfa'at
Jazakallah......

Read more

Wednesday, September 17, 2014

Mencintai Anak (Kisah Mulia Dua Orang Anak Kecil)

Mencintai Anak (Kisah Mulia Dua Orang Anak)

Di suatu daerah, tinggallah sebuah keluarga nan harmonis dan rukun. Sepasang suami istri, dua anak, dan seorang ibu dari suami yang juga nenek dari dua anak tersebut. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana. Tidak ada perkelahian antara dua anak tersebut. Begitu pula dengan kedua pasang suami istri. Sementara sang ibu, menikmati masa tua dengan bahagia bersama cucu-cucunya.

Dan di suatu hari pula, dua anak tersebut berlari menentang tas rangsel mereka, pulang dari sekolah dengan wajah gembira. Di tangan mereka ada dua kertas yang dipegang erat-erat seakan tidak ada yang boleh mengambilnya. Setelah sampai dirumah, mereka berlari menemui ibu untuk menunjukkan isi yang ada dalam kertas tersebut.

“Ibu…! Nilai ulangan Asmira dapat 100!” anak pertama melapor.

“Nilai Dina juga 100, Bu!” anak kedua juga melapor.

Si ibu, dengan segenap kebahagiaan yang ada dalam hatinya, mengembangkan tangannya memanggil dua anaknya kepelukannya. Dan dengan berlari, sang anak memeluk ibunya yang langsung menciumi kedua anak tersebut.

Walhasil, berita suka cita tersebut terdegar oleh sang bapak di malam hari ketika baru pulang dari kantornya. Dengan perasaan senang, sang bapak menjanjikan liburan keluar kota untuk merayakan keberhasilan dua anak tercintanya. Semua anggota keluarga setuju, tidak terkecuali nenek dua anak tersebut yang semakin memasuki usia renta.

Tanggal untuk berlibur telah ditetapkan. Tujuan pun telah ditentukan. Namun, apa asa, sang nenek yang telah tua renta tiba-tiba mendadak sakit. Penyakitnya kambuh dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Si Bapak bingung. Di satu sisi, ia berposisi sebagai anak yang harus membahagiakan Ibunya dengan menjaganya ketika sakit. Dan di sisi lain, ia bertindak sebagai bapak yang harus membahagiakan anak-anaknya dengan liburan. Namun, hidup adalah pilihan. Dan dia harus memilih akibat biaya yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan keduanya.

Akhirnya di suatu malam. Dengan perasaan yang sedih. Ia mengajak kedua anaknya untuk membicarakan masalah penundaan liburan. Ada perasaan tidak enak dihatinya ketika, di awal janji liburan dahulu, ia mengetahui bahwa anak-anaknya sangat berbahagia ketika ia mengajak mereka berlibur. Tapi apa daya, perawatan ibu harus didahulukan. Dan tentunya akan berakibat pada liburan yang harus ditunda bahkan dibatalkan.

“Nak! Nenek sedang sakit dan membutuhkan biaya yang besar untuk perawatannya. Sementara, bapak tidak punya uang lebih. Liburan yang telah kita rencanakan itu dibatalkan dulu ya? Nanti ketika bapak sudah punya uang, kita akan liburan. Ok?” Ujar sang bapak dengan perasaan sedih di hatinya karena ia tahu perasaan anak-anaknya.

Tidak ada jawaban dari kedua bibir anaknya beberapa saat. Si Bapak pun tidak berani memaksakan kehendaknya hingga akhirnya kedua anak tersebut berlari kekamar mereka masing-masing. Bertambahlah kesedihan yang ada dalam diri sang Bapak terhadap apa yang dirasakan oleh dua buah hatinya yang tersayang.

Belum hilang rasa sedih yang ada dalam benak sanubari sang bapak ketika kedua buah hatinya keluar dari kamarnya. Namun yang terlihat adalah, di kedua tangan kedua anaknya tersebut, celengan tabungan berbentuk ayam. Kedua anak tersebut mendekati sang bapak seraya berkata.

“Pake aja uang Asmira untuk kesembuhan nenek, Pak!”
 “Uang Dina juga!”

*******************************************
Cintailah anak atau generasi penerus, setidaknya, itu yang harus di pahami bersama. Karena merekalah yang kelak akan membacakan sejarah-sejarah perjuangan generasi masa kini ataupun generasi terdahulu. Merekalah yang melanjutkan perjuangan-perjuangan dan pekerjaan-pekerjaan yang generasi sebelumnya.

Oleh : Radinal Mukhtar

Sumber : Nomor 1

Jazakallah...............

Read more

Friday, September 5, 2014

Tip Dan Trik Mengobati Sakit Hati, Kecewa Dan GALAU

Anda Sakit Hati, Kecewa, GALAU.....???
Coba Deh Ikutin Tip Dan Trik Dibawah Ini.....

Tip Dan Trik Mengobati Sakit Hati, Kecewa Dan GALAU

Kita manusia yang tak ubahnya keimanan kita sering naik dan turun, dalam menghadapi beberapa ujian dan cobaan dalam kehidupan kita sering merasakan dikhianati, dicaci dalam berbuat sesuatu, di sakiti oleh seseorang yang kita sayangi, disakiti sahabat atau teman kerja. Atau mungkin bagi anak muda zaman sekarang kita sering merasakan galau, galau ketika menghadapi masa-masa mencari pendampin hidup.

Ketika kita merasakan sakit hati, karena kita manusia yang imannya dibawah standard, terkadang kita ini selalu melakukan hal-hal yang kurang positif, dan bahkan kita lebih suka melakukan hal-hal yang membuat kita jauh dari Allah dan sunnah Rosul-Nya. Berikut ini ada beberapa tip dan trik untuk mengatasi sakit hati.

1. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT

Cara ini benar-benar sudah sangat terbukti. Jangan sampai gara-gara sakit hati, Anda jadi salah langkah terjerumus ke arah yang salah. Dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya, Anda akan merasa lebih kuat dan lebih tenang. Bisa Anda melakukan tadarus atau apa saja yang lebih mendekatakan diri kepada Allah SWT.

“Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya),” (QS. An-Nahl: 81).

2. Berperasangka baik kepada Allah

Untuk mengatasi masalah hati itu, harus dilakukan dengan hati yang baik, dengan berperasangka baik kepada Allah, insya Allah, Allah akan memberikan ketenangan pada Anda. Misalnya ketika Anda telah berpisah dengan kekasih yang telah Anda anggap sebagai calon pendamping hidup Anda, berpikirlah bahwa hal itu terjadi atas kehendak-Nya. Mungkin saja bila Anda masih tetap bersamanya hingga ke jenjang pernikahan nanti, Anda tidak merasakan bahagia atau yang lainnya, yang bisa membuat hubungan kalian jadi berantakan. Jadi bersyukur saja atas apa yang telah terjadi, karena kalian dipisahkannya sekarang, bukan ketika sudah menikah. Begitu pula dengan masalah sakit hati lainnya. Berpikirlah positif terhadap segala sesuatu yang tengah menimpa Anda. Dan jangan berperasangka buruk terhadap masalah yang tengah menimpa Anda. Begitu pula jangan biarkan perasangka buruk itu Anda timpakan kepada Allah SWT yang telah memberikan jalan terbaik untuk Anda.

4. Bersyukur kepada Allah SWT

Anda mungkin merasa aneh, mengapa orang yang sedang sakit hati harus mensyukuri apa yang telah menimpanya. Coba Anda renungkan ketika Anda sedang dekat dengan orang yang akan dijadikan pendamping hidup Anda, pasti ada suatu hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah. Walaupun hal tersebut hanyalah suatu perkara yang biasanya dianggap kecil, seperti bertatap-tatapan dengan yang bukan muhrimnya. Itu kan suatu perkara yang dilarang oleh Allah. Karena itulah Anda harus bersyukur. Bila Anda tetap menjalani kedekatan dengan seseorang yang menarik hati Anda, bisa jadi Anda akan terjerumus ke dalam perzinahan sebelum Anda melangsungkan pernikahan dengannya.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalaha suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek,” (QS. Al Isra: 32).

Begitu pula bila sesuatu yang Anda inginkan tidak Anda dapatkan. Boleh jadi, bila Anda mendapatkan sesuatu itu, maka akan berdampak buruk pada Anda. Misalnya ketika Anda diajak berekreasi oleh teman-teman Anda, tapi tidak diizinkan oleh suami atau orang-orang terdekat Anda. Bersyukurlah saja, jangan terlalu memendam rasa sakit hati itu. Bisa saja, diperjalanan terjadi hal-hal buruk yang akan menimpa.

5. Isi waktu Anda dengan aktivitas positif

Ketika apa yang Anda inginkan itu tidak terwujud, maka jangan biarkan Anda terlarut dalam kesedihan. Isi waktu Anda dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Hal ini akan membawa dampak baik bagi kelangsungkan hidup Anda. Jangan sia-siakan waktu Anda hanya karena memikirkan hal yang belum tentu baik untuk Anda.

“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya,” (QS. Al Kahfi: 103-104).

6. Berusaha ikhlas dan tawakkal

Segala sesuatu telah ada yang mengatur. Termasuk perjalanan hidup Anda. Allah telah menentukan semua yang terjadi dan yang akan terjadi dalam hidup Anda. Maka sebagai orang yang beriman, Anda harus yakini bahwa ketentuan Allah itu adalah sebaik-baiknya rencana.




Jazakallah
Semoga Bermanfa'at

Dikutip : ISLAMPOS







Read more

BERSUJUD KEPADA ALLAH DALAM KEHIDUPAN KITA

Semoga bermanfa'at untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...

BERSUJUD KEPADA ALLAH DALAM KEHIDUPAN KITA



" Bersujud Kepada Allah Dalam Kehidupan Kita "


Alangkah beruntungnya orang-orang mu’min, yang dapat merasakan kebagaiaan dalam setiap keadaan; suka maupun duka. Itulah barakah, kebaikan yang bertambah-tambah. Kebahagiaan mereka adalah kebaikan. Kesempitan dan kesusahan mereka pun kebaikan. Tatkala berbuat dosa pun menjadi kebaikan jika tertaubati dan menjadikannya insan yang lebih bertaqwa.

Alangkah bahagianya orang mu’min. Karena iman, tak ada kesedihan dan ketakutan. Sebab mereka ridha terhadap Rabbnya dan Rabbnya ridha terhadap mereka. Tiada kekhawatiran kehidupan mereka di dunia, sebab jika mereka menjadi orang yang dekat kepada-Nya, pasti akan ditolong, dilindungi, diayomi, diselamatkan oleh-Nya. Tiada kebahagiaan yang melebihi orang-orang yang dekat kepada Rabb-nya.

Sedangkan kebahagiaan puncak mereka ada di akhirat; ketika bertemu dengan-Nya, mendapatkan sambutan salam dari-Nya; mendapatkan ridha dan surga-Nya. Sedangkan kebahagiaan mereka di dunia merupakan ‘surga’ yang dicicipkan sebelum surga yang sebenarnya. Dengan rasa iman di dalam dada; mencakup syukur, sabar dan ampunan.

Alangkah bahagianya orang yang bersyukur, setiap kenikmatannya pasti akan ditambah. Ditambah dan ditambah. Sedangkan rasa syukur itu merupakan ni’mat tersendiri. Karena rasa syukur pula ia menjadi qanaah, merasa cukup. Sehingga lapanglah dadanya. Luaslah pandangannya.

Alangkah bahagianya orang yang bersabar; pasti mendapatkan rahmat-Nya, dosa-dosanya diampuni, diganjari kebaikan yang tak terbatas, dinaikkan derajat keimanannya. Serta kebahagiaan bagi orang-orang yang bertaubat; dosa-dosanya terampuni, kesalahannya diganti dengan kebaikan. Alangkah bahagianya… Alangkah beruntungnya…

Sedangkan kesengsaraan bagi orang yang tak mampu bersyukur; sempit hatinya membuatnya selalu kurang; tak membuatnya nyaman meski dalam keadaan yang baik sekalipun. Orang yang sempit hati, tak akan merasakan kebahagiaan meski pun tinggal di dalam istana yang megah dan di tengah harta kekayaan yang melimpah. Serta kesengsaraan pun bagi orang-orang yang tak mampu bersabar. Kesempitan dan kesusahan mereka bertambah-tambah dengan kesengsaraan di dalam dada. Dan puncak kesengsaraan mereka adalah di akhirat; ketika mendapati adzab dan laknat-Nya. Na’udzubillah min dzalik…

( Jika beriman derajat akan tinggi ) 

Dalam era di mana ummat Islam sedang memperoleh giliran kalah sementara kaum kuffar memperoleh giliran merasakan kemenangan, maka semestinya orang-orang beriman meneladani contoh berjuangnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ’anhum di fase sebelum meraih kemenangan yakni sewaktu di periode awal Makkah. Pada masa itu para pendahulu kita sibuk memfokuskan diri dalam menyelenggarakan da’wah kepada masyarakat pada umumnya. Sedangkan kepada mereka yang menyambut seruan da’wah ditingkatkan komitmennya melalui aktifitas tarbiyyah alias pengkaderan, penggemblengan agar menjadi anasir perubah yang mumpuni di tengah masyarakat.

Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan orang-orang beriman sebagai orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Oleh karenanya, mereka tidak dibenarkan memelihara sikap lemah mental atau bersedih hati.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” 
(QS Ali Imran ayat 139)

Ayat di atas turun berkenaan dengan perang Uhud yang baru saja dilalui oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ’anhum. Mereka mengalami kekalahan di dalamnya. Ketika Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari ayat di atas beliau mengatakan bahwa “Kesudahan yang baik dan pertolongan (Allah) akan berpihak kepadamu, wahai orang-orang yang beriman.” Artinya, walaupun mengalami kekalahan dalam perang, para sahabat radhiyallahu ‘anhum hendaknya tetap optimis, sebab pertolongan Allah ta’aala pada hakekatnya selalu bersama orang-orang beriman.

Sambutlah pagi dengan menyandarkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi Shalat Shubuh berjamaah, kemudian mengerjakan shalat dhuha, dan menyempatkan diri tilawah Al-Qur'an barang dua-empat lembar, seorang mu'min senantiasa menghubungkan hati kepada Allah SWT dan menyandarkan dirinya kepada Rabb yang maha kuasa atas segala sesuatu. Rajin mengkaji keimanan dan keislaman, tanpa mengenal bosan agar dirinya selalu memiliki kehidupan yang terarah selalu dalam petunjuk-Nya. Harinya dimulai dengan shalat, komitmen agar bersujud dalam memulai kehidupannya yang selalu tunduk kepada Syari'at Allah SWT.

Sujud ia dalam kehidupan dalam rumah tangga ia terapkan nilai-nilai keislaman, sujud ia dalam ekonomi selalu mengikuti syari'atnya dalam bermuamalah perdagangan, sujud ia dalam bersosial selalu menebarkan da'wah mengajak manusia kembali kepada jalan Allah SWT, sujud ia dalam menyikapi setiap fase dan situasi serta semua bidang kehidupan selalu berdasarkan kaca mata Al-Qur'an dan Sunnah. Kesemuanya harus seiring yang berangkat dari shalat sebagai penguat komitmen agar selalu bersujud dalam kehidupannya sesuai petunjuk Ilaahi.



Dikutip oleh sahabat Ainun Foe


semoga bermanfa'at
Read more

Tuesday, September 2, 2014

Teori Tolong Menolong Dalam Agama Islam

Kumpulan artikel : Do'a Dan DzikirMunajat-Munajat Hamba Kepada TuhannyaKumpulan KisahKumpulan Status facebook, Wacana Islami. Puisi-Puisi Inspiratifkata MutiaraKisah-kisah Inspiratif dan Bahan Renungan. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...

Teori Tolong Menolong Dalam Agama Islam

Kita ini tak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan seseorang dalam hidup kita, untuk membantu kelangsungan kehidupan kita tentunya. Dalam islam pun kita diajarkan untuk mempergunakan teori ini untuk bahan berfikir kita. Bahkan teori ini menjadi sangat penting untuk kita, kenapa??

Teori “Tolong Menolong” dapat kita pergunakan untuk mempermudah dikabulkannya sebuah do’a. Setiap do’a memang pasti akan dijawab oleh Allah. Tapi ada cara berdo’a yang cepat dikabulkan oleh Allah, yaitu dengan melakukan amal sholeh. Contohnya bagaimana?

Disaat kita susah, entah itu hutang yang tiada kunjung terbayar, atau piutang yang tidak kunjung dibayar atau penyakit yang tak kunjung sembuh, maka libatkan tangan, kaki dan harta kita untuk ikut berdo’a lewat amal. Tangan kita gerakkan untuk membantu orang yang lebih susah daripada kita. Kaki kita ajak berjalan mencari mereka yang lebih susah daripada kita dan harta kita gunakan untuk membantu mereka yang lebih susah daripada kita. Maka dengan cara ini, pasti do’a kita akan lebih cepat dikabulkan oleh Allah, sebab do’a kita bukan sekedar do’a melainkan “Do’a Melalui ‘Amal Sholeh”

Misalnya, anda sakit yang kunjung sembuh atau sakit jantung yang tentu biaya berobatnya sangatlah mahal. Lagi pula tidak setiap orang diberi karunia Allah berupa uang dan kesempatan untuk berobat. Sementara itu Allah dan Rosul-Nya berjanji :

“Ringankanlah siapa yang menderita dari kalian, maka penderitaan kalian juga akan diringankan” 
atau 
‘Bantulah siapa yang lebih susah dari kalian, maka kesusahan kalian akan dibantu”. 

Maka gunakanlah teori ini dalam proses penyembuhan penyakit anda. Keluarlah dari rumah, pasang mata buka telinga, siapa disekitar anda yang sakit kamudian bantulah mereka, belikan obatnya atau anda bantu untuk berobat kedokter. Percayalah, dengan cara ini penyakit anda akan diringankan oleh Allah. Semakin banyak anda membantu orang lain, niscaya semakin cepat proses kesembuhan anda. Ingat..seberapa canggih dan seberapa mahal obat yang anda beli untuk penyakit ada, tetap saja semua keputusan sembuhnya ada di tangan Allah. Keputusan akan berhasil tidaknya upaya anda mencari kesembuhan, sepenuhnya ditas kekuasan Allah. Dengan membantu orang lain, maka anda sudah melibatkan Allah disetiap langkah anda. Bisa jadi anda sekali berobat atau berobat dengan menggunakan ramuan herbal sederhana, tapi kalau Allah berkenan, siapa yang bisa membantah??

Terapakan teori ‘Tolong Menolong” ini pada pada setiap penyakit-penyakit yang lain (gagal ginjal, jantung, cuci darah, tumor ganas, kanker dan lain sebagainya). Allah dan Rosul-Nya tidak akan pernah berbohong dalam berjanji. Minimal dengan membantu orang lain, anda pasti akan mendapatkan keberkahan dan ketenangan disaat anda sedang sakit. Anda akan dijauhkan dari sifat mengeluh dan anda akan dijauhkan dari ketidaksabaran. Bukankah “tidak mengeluh dan sabar” itu sendiri akan mempercepat proses kesembuhan?

Anda punya hutang, sementara anda tidak mampu untuk membayar. Maka gunakan teori ini. Kenapa? Karena Allah dan Rosul-Nya berjanji akan meringankan beban penderitaan orang yang dapat meringankan penderitaan orang lain? Maka cara gampangya bantu meraka atau saudar kita yang mempunyai hutang yang tentunya jumlahnya lebih kecil dari hutang anda, jika anda tidak mampu membayarnya, tapi minimal membantu meringankannya, insya allah dengan cara ini, Allah akan mempercepat banatuan-Nya datang untuk anda. Janji Allah dan Rosul-Nya tidak akan pernah meleset.

Gunakan teori “Tolong Menolong” ini dalam segala aspek kehidupan kita, baik dalam mencari pekerjaan, dalam rumah tangga dan lain sebagainya. Insya Allah tidak ada kesusahan yang tidak dibantu oleh Allah, dan tidak ada penderitaan yang tidak diringankan oleh Allah. Insya Allah. Aamiin. 

Semoga bermanfa'at


Read more

Monday, September 1, 2014

Kasih Sayangilah Sesama Kita, Maka Allah Akan Lebih Mengasihi Dan Menyayangi Kita

Kumpulan artikel : Do'a Dan DzikirMunajat-Munajat Hamba Kepada TuhannyaKumpulan KisahKumpulan Status facebook, Wacana Islami. Puisi-Puisi Inspiratif, kata Mutiara, Kisah-kisah Inspiratif dan Bahan Renungan. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...
Kasih Sayangilah Sesama Kita, Maka Allah Akan Lebih Mengasihi Dan Menyayangi Kita



Apa yang terjadi bila kita dekat dengan pemimpin? Tentu hal yang kita bayangkan adalah senang. Bayangan masa depan akan terjamin, bayangan karir akan menari-menari di pelupuk mata kita. Lalu, apa juga yang akan terjadi bila kita dengan kekasih? Sudah tentu bahagia, kita lupa akan masalah, lupa akan kesulitan dunia yang lainnya. Yang kita rasakan adalah berbunga-bunga dengan penuh keindahan.

Ya…rupanya kita tidak mengenal Allah. Kita baru senang, baru bahagia kalau dekat dengan pemimpin, dengan kekasih, orang yang kaya, orang yang ganteng atau cantik, orang yang kuat, pejabat, yang semuanya masih manusia. Dekat dengan Allah? Pernah kah kita fikirkan itu?

Kita lihat sejarah. Ketika Rosulullah diperjalankan pada malam di mi’raj-kannya beliau, naik menuju ‘Arsy-Nya Allah, dan kembali lagi kebumi usai menemui Allah, Rosul mengatakan bahwa syurga yang keindahannya tidak bisa diindrakan oleh mata, oleh telinga, kalah dengan kebahagiaan bertemu dengan Allah.
Namun apa daya, kita tidak mengenal-Nya dengan baik. Jadi, penghampiran Allah adalah bukan hal yang istimewa dalam kehidupan kita. Jadinya kita tidak pernah berusaha mendekati-Nya atau berusaha untuk didekati oleh-Nya.

Sebenarnya ada resep sederhana apabila kita mau disayang oleh Allah, yaitu dengan kita menyayangi sesama kita yang ada didunia ini. Tumbuhkan kepekaan, kemampuan meraba penderitaan dan kesulitan, dihati dan fikiran kita. Kalau kita sudah mampu menebar kasih dan sayang, kalau kita sudah peduli terhadap nasib sesama, atas makannya, pakaiannya, utang-utangnya, pekerjaannya, penyakitnya dan lain sebagainya yang sifatnya adalah kebaikan, maka berbahagialah kita. Karena Rahmat-Nya akan turun dan diberikan kepada kita melebihi apa yang kita terima sehari-hari.

“Sayangilah siapa saja yang ada dibumi, niscaya engkau akan disayangi oleh penghuni langit”

Kutipan : The Secret A Happy Life (Ust. Yusuf Mansyur)

Semoga bermanfa’at.

Jazakallah.









Read more

Saturday, August 30, 2014

Wanita Perlu Berhati-hati Dalam Memilih Pendamping Hidup

Kumpulan artikel : Do'a Dan DzikirMunajat-Munajat Hamba Kepada TuhannyaKumpulan KisahKumpulan Status facebook, Wacana Islami. Puisi-Puisi Inspiratifkata MutiaraKisah-kisah Inspiratif dan Bahan Renungan. Semoga bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi bekal untuk kita menuai berkah dalam hidup dijalan Allah...



Wanita perlu Hati-hati : 

Sekali salah pilih suami, susah lepas, kemudian menyesal

Jangan tertipu oleh rayuan dan perngorbanan gombal sesaat


Ketika wanita salah memilih suami, tidak sesuai dengan yang diharapkan, ternyata dia manja. Maka wanita tersebut susah lepas dalam artian mereka tidak berdaya menghadapi suaminya. Wanita dikiaskan seperti tawanan suaminya. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


أَلاَ وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ

“Hendaknya kalian berwasiat yang baik untuk para wanita karena mereka sesungguhnya hanyalah tawanan yang TERTAWAN oleh kalian”

Pilihlah laki-laki dengan kriteria ini, Isnya Allah bahagia

Yaitu laki-laki yang selayaknya tidak ditolak lamarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ، وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhai akhlak dan agamnya, maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.”

Cukuplah bukti bagi kita para artis selebrtitis yang sudah lengkap pasangan hidupnya berupa paras wajah yang baik, kaya, terkenal dan dihormati, akan tetapi mereka kawin-cerai tidak menemukan kebahagiaan.
Kemudian laki-laki yang bertanggung jawab, care dan peduli dengan anak-istrinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت

“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”

Dan yang terpenting punya modal secukupnya berupa harta, bukan modal makan cinta saja atau maju modal jenggot saja. Bisa kita lihat dalamkisah ketika Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha dilamar :

عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت:‏ إن أبا الجهم ومعاوية خطباني؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:‏‏”‏أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه

“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,“Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.”

Dan masih ada kriteria lainnya mengenai laki-laki yang bisa membahagiakan engkau wahai para wanita muslimah, silakan membaca di kitab nikah.


“hati-hati memilih suami, terlalu kaya nanti bisa jadi gampang menginjak-injak istri, terlalu ganteng nanti bisa jadi gampang selingkuh, terlalu pintar nanti bisa jadi gampang membodohi istri”


Semoga bermanfa’at
Read more